<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>INDONESIAN ENTREPRENEUR SOCIETY (IES) &#187; Inspiration / Motivasi</title>
	<atom:link href="http://komunitaswirausaha.net/category/inspiration-motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komunitaswirausaha.net</link>
	<description>Wadah Perubahan dan Pembelajaran Wirausaha</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 04:20:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>APA YANG ADA DI PIKIRANMU ITULAH YANG BENAR</title>
		<link>http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/</link>
		<comments>http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 14:21:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Komunitas Wirausaha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration / Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sambilan]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komunitaswirausaha.net/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda berpikir bahwa negeri kita ini masih terpuruk dan akan hancur, maka anda adalah benar. Jika hari ini semua orang Indonesia berpikir sama dengan anda, maka hari ini pula negeri besar bernama Indonesia akan hancur. Ini karena dengan &#8220;modal&#8221; &#8230; <a href="http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda berpikir bahwa negeri kita ini masih terpuruk dan akan hancur, maka anda adalah benar. Jika hari ini semua orang Indonesia berpikir sama dengan anda, maka hari ini pula negeri besar bernama Indonesia akan hancur. Ini karena dengan &#8220;modal&#8221; pikiran negatif seperti itu, maka semua orang berpikir bahwa negeri ini mau hancur. Setiap peristiwa yang terjadi akan dianggap sebagai tanda-tanda mau hancur. Nilai tukar rupiah labil, dianggap tanda sebagai tanda kehancuran. Jika rupiah menguat, mereka berpikir &#8220;waspadalah, hati-hatilah, karena ini bisa jadi pertanda sebentar lagi nilai rupiah hancur !&#8221;  Begitulah kekuatan pikiran ini bekerja.</p>
<p>Bayangkan ini yang terjadi; negeri di zona euro menghadapi krisis parah, amerika serikat ekonominya tidak kunjung membaik, korupsi merajalela, kecelakaan pewasat terjadi berulangkali.</p>
<p>kejadian seperti di atas akan makin mempengaruhi pikiran bahwa segalanya seolah-olah membuat negeri ini hancur.</p>
<p>Cobalah sekarang berpikir bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin ekonomi di wilayah Asia. Dengan berpikir seperti ini, semua hal yang terjadi dapat membuat keyakinan kita makin bertambah.</p>
<p>Negara Eropa ekonominya terpuruk, menjadi pelung bagus bagi Indonesia supaya lebih berperan di kancah perekonomian global. adanya kasus korupnya, dinilai sebagai hal positif menuju kepemerintahan yang makin transparan.</p>
<p>Maka, apapun pikiran anda, sejatinya kedua-duanya benar. Anda menganggap masa depan itu suram, itu memang benar. Sebaliknya jika anda menganggap bahwa segala masalah dapat berubah peluang, anda memang benar.</p>
<div style="height:66px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fkomunitaswirausaha.net%2F2011%2F12%2Fapa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar%2F&amp;layout=box_count&amp;show_faces=false&amp;width=&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=60" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:px; height:60px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="tall" href="http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/" count="false"></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_linkedin" style="width:100px;">
					<script type="IN/Share"  data-url="http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/"></script>
				</div><div class="really_simple_share_buzz" style="width:100px;">
					<a title="Post to Google Buzz" class="google-buzz-button" href="http://www.google.com/buzz/post" data-button-style="normal-count" 
						data-url="http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/"></a>
				</div><div class="really_simple_share_digg" style="width:100px;">
					<script type="text/javascript" src="http://widgets.digg.com/buttons.js"></script>
					<a class="DiggThisButton DiggMedium" href="http://digg.com/submit?url=http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/&amp;title=APA YANG ADA DI PIKIRANMU ITULAH YANG BENAR"></a>	
				</div><div class="really_simple_share_stumbleupon" style="width:100px;">
					<script type="text/javascript" src="http://www.stumbleupon.com/hostedbadge.php?s=5&amp;r=http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/"></script>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:100px;">
					<a href="mailto:?subject=APA YANG ADA DI PIKIRANMU ITULAH YANG BENAR&amp;body=APA YANG ADA DI PIKIRANMU ITULAH YANG BENAR - http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/"><img src="http://komunitaswirausaha.net/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:100px;">
					<a name="fb_share" type="box_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" 
						data-text="APA YANG ADA DI PIKIRANMU ITULAH YANG BENAR" data-url="http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div><div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=202165759812555&amp;xfbml=1" type="text/javascript"></script>
<fb:like href="http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="tahoma" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitaswirausaha.net/2011/12/apa-yang-ada-di-pikiranmu-itulah-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Proses menuju Sukses</title>
		<link>http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/</link>
		<comments>http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:14:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration / Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komunitaswirausaha.net/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Success Entrepreneur Bambang Suharno Donald Trump, pebisnis properti yang sangat terkenal di AS mengatakan, Orang yang menganggap bahwa mencapai sukses adalah proses garis lurus A ke Z, adalah orang yang tidak mengerti kenyataan hidup. Memang ada beberapa kisah tentang orang &#8230; <a href="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Success Entrepreneur</strong></p>
<p>Bambang Suharno</p>
<p>Donald Trump, <strong>pebisnis</strong> properti yang sangat terkenal di AS mengatakan, Orang yang menganggap bahwa mencapai sukses adalah proses garis lurus A ke Z, adalah orang yang tidak mengerti kenyataan hidup. Memang ada beberapa kisah tentang orang sukses dalam semalam, namun sebenarnya yang terjadi mungkin diawali proses bertahun-tahun.</p>
<p>Kesuksesan nampak cepat karena kita melihat dari media yang mempublikasikan keajaibannya, bukan prosesnya. Sukses tidaklah instan, yang dapat kita upayakan adalah mempercepat proses saja. Sama seperti kita memasak mie instan, meskipun sangat cepat, urut-urutannya sama dengan memasak nasi yang tidak instan. Yang membuat cepat adalah, kita kebagian tugas memasak mie yang sudah dipersiapkan bumbunya. Proses untuk sampai menjadi mie instan itu sendiri tidaklah instan.</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<p>Proses untuk membuat <strong>bisnis</strong> berkembang menjadi besar pada umumnya adalah proses bagaimana pemilik bisnis mengalokasikan keuntungan dari <strong>bisnis</strong>nya untuk mengembangkan <strong>bisnis</strong>, bukan untuk kegiatan konsumtif.</p>
<p>Di sekitar kita, banyak sekali warung yang barangnya laris tapi tak bisa berkembang. Mengapa ini bisa terjadi? Biasanya para pakar mengatakan, faktor utamanya adalah kekurangan modal dan SDM yang lemah. “Tanpa dukungan modal, mereka tidak akan maju,” kata banyak pakar.</p>
<p>Benarkah demikian? Belum tentu. Yang saya lihat di lapangan, stagnasi usaha skala rumah tangga lebih disebabkan karena pola pikir mereka tentang uang. Mereka telah bertahun-tahun menjadi pelaku <strong>bisnis</strong>, namun pola pikirnya tak jauh beda dengan pegawai.</p>
<p>Ingat, orang bermental pegawai adalah mereka yang selalu menggunakan penghasilannya untuk kebutuhan konsumtif. Mereka selalu kekurangan uang berapapun gajinya. Bahkan setiap kenaikan gaji selalu diiringi dengan kenaikan hutang. Konon para eksekutif yang gajinya di atas 20 juta, menggunakan 60% penghasilannya untuk membayar hutang. Celakanya, semua hutang mereka adalah hutang konsumtif seperti mobil, rumah, alat elektronik dan sebagainya.</p>
<p>Pada pedagang yang bermental pegawai juga demikian. Setiap hari mereka mendapatkan keuntungan dari bisnisnya, dan setiap hari pula mereka menghabiskan uangnya untuk kebutuhan rumah tangga. Sewaktu saya kecil, Ibu saya memiliki warung sembako. Sebagian keuntungan usaha dikumpulkan, tapi setelah terkumpul semuanya untuk merenovasi rumah. Akibatnya usaha warung itu bertahun-tahun tak juga berkembang. Usaha itu baru terlihat berkembang ketika sebagian keuntungan digunakan untuk usaha yang baru di bidang pertanian.</p>
<p>Ada pula yang mengatakan bahwa usaha mikro tidak dapat maju karena penghasilannya kecil sehingga tidak dapat menyisihkan keuntungannya untuk pengembangan. Menurut saya ini kurang tepat. Kenyataan menunjukkan bahwa orang-orang yang mampu mengembangkan bisnis umumnya selalu berupa menghemat pengeluaran meskipun penghasilannya masih pas-pasan. Mereka rela menunda kesenangan bahwa menghemat biaya makan dan pakaian demi mengusahakan pengembangan bisnis. Mereka lebih suka menyisihkan keuntungannya untuk merekrut tenaga baru atau membuka cabang baru daripada untuk membeli kendaraan baru atau baju mahal atau rumah baru.</p>
<p>Kadang ada orang yang usil bertanya begini,” kalau kita menunda menikmati hasil usaha kita, kapan kita menikmati jerih payah kita?” . Pertama kita harus menyadari bahwa kita harus mampu menikmati liku-liku perjalanan sebelum sampai ke tujuan. Bila kita tidak mampu menikmati proses, percayalah kita akan menjadi tidak sabar dan bisa stress akibat banyaknya hambatan di tengah jalan. Ketidaksabaran itu justru pangkal dari kegagalan. Jadi, nikmatilah hidup ini selagi kita dalam keadaan berjuang keras. Kelak kemudian hari anda akan dapat mengisahkan perjalanan hidup anda yang luar biasa itu kepada anak cucu dan sahabat anda dengan bangga.</p>
<p>Pada umumnya jika kita mencapai kesuksesan tertentu, kita segera ingat dan terkenang dengan masa-masa sulit. Kita menjadi sadar bahwa proses kesulitan itu sendiri menjadi indah karena telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang dramatis. Tentunya, daripada kita hanya mengenang masa sulit, akan lebih baik bila kita sudah mampu menikmati proses di dalam kesulitan itu sendiri. Seperti tubuh yang sehat karena olah raga hingga nafas kita ngos-ngosan, begitupun dengan kesehatan bisnis anda. Ia bisa sehat karena sering menghadapi banyak tantangan.</p>
<p>Dunia memang bergerak dengan cepat sehingga kita kerap kali tidak sabar ketika segala sesuatu berjalan sangat lambat, apakah itu antrian di SPBU atau akses internet. Kita kadang menjadi tidak toleran terhadap hal-hal yang tidak dapat dipercepat atau dilewati. Padahal setelah kita sabar menikmati proses antrian, di depan sana kita akan mendapat sesuatu yang menyenangkan.</p>
<p>Bila anda saat ini tengah mengalami kesulitan dalam <strong>bisnis</strong>, nikmatilah, sambil terus berusaha mengembangkan <strong>bisnis</strong>. Biasakanlah menyisihkan laba <strong>bisnis</strong> anda untuk mengembangkan bisnis.</p>
<p>Selamat menikmati proses<a href="http://klikpebisnis.blogspot.com/2007/05/menikmati-proses-menuju-sukses.html"><br />
Menikmati Proses Menuju Sukses</a></p>
<div style="height:66px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fkomunitaswirausaha.net%2F2009%2F10%2Fmenikmati-proses-menuju-sukses%2F&amp;layout=box_count&amp;show_faces=false&amp;width=&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=60" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:px; height:60px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="tall" href="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/" count="false"></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_linkedin" style="width:100px;">
					<script type="IN/Share"  data-url="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/"></script>
				</div><div class="really_simple_share_buzz" style="width:100px;">
					<a title="Post to Google Buzz" class="google-buzz-button" href="http://www.google.com/buzz/post" data-button-style="normal-count" 
						data-url="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/"></a>
				</div><div class="really_simple_share_digg" style="width:100px;">
					<script type="text/javascript" src="http://widgets.digg.com/buttons.js"></script>
					<a class="DiggThisButton DiggMedium" href="http://digg.com/submit?url=http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/&amp;title=Menikmati Proses menuju Sukses"></a>	
				</div><div class="really_simple_share_stumbleupon" style="width:100px;">
					<script type="text/javascript" src="http://www.stumbleupon.com/hostedbadge.php?s=5&amp;r=http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/"></script>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:100px;">
					<a href="mailto:?subject=Menikmati Proses menuju Sukses&amp;body=Menikmati Proses menuju Sukses - http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/"><img src="http://komunitaswirausaha.net/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:100px;">
					<a name="fb_share" type="box_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" 
						data-text="Menikmati Proses menuju Sukses" data-url="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitaswirausaha.net/2009/10/menikmati-proses-menuju-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

