<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>INDONESIAN ENTREPRENEUR SOCIETY (IES) &#187; Customer /Pelanggan</title>
	<atom:link href="http://komunitaswirausaha.net/category/customer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komunitaswirausaha.net</link>
	<description>Wadah Perubahan dan Pembelajaran Wirausaha</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 04:20:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Mempertahankan Pelanggan?</title>
		<link>http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/</link>
		<comments>http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Customer /Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Comunity / Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[IES]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komunitaswirausaha.net/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana Mempertahankan Pelanggan? Adi Kriswanto Dalam tulisan saya sebelumnya telah saya sampaikan bahwa pelanggan adalah sumber profit atau sumber keuntungan, artinya sekalipun kita memiliki produk yang menurut ukuran kita bagus, murah dan berkualitas, mungkinkah kita akan mendapatkan profit yang besar &#8230; <a href="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Bagaimana Mempertahankan Pelanggan?</strong><strong><br />
Adi Kriswanto</strong></p>
<p>Dalam tulisan saya sebelumnya telah saya sampaikan bahwa pelanggan adalah sumber profit atau sumber keuntungan, artinya sekalipun kita memiliki produk yang menurut ukuran kita bagus, murah dan berkualitas, mungkinkah kita akan mendapatkan profit yang besar tanpa adanya pelanggan. <strong>Tentu jawabannya adalah tidak</strong>. Pelanggan di sini yang maksud adalah konsumen yang mau membeli dan membeli lagi alias <strong><em>repeat order</em></strong>, bukan pelanggan yang sekali beli terus berpindah ke produk atau perusahaan lain.</p>
<p>Dalam pengalaman saya memimpin sebuah organisasi yang bergerak di bidang jasa atau distribusi barang, ternyata mendapatkan pelanggan baru relatif lebih sulit, mengapa :</p>
<ol>
<li>karena di sekitar kita bertebaran produk-produk baru yang      selalu menjanjikan mutu dan harga yang terjangkau</li>
<li>karena untuk mendapatkan satu pelanggan baru, kita      harus melakukan observasi dari dekat mengenai karakter dan prilaku calon      pelanggan dan ini membutuhkan waktu yang tidak pendek, bisa mencapai dua      minggu sampai dengan satu bulan, bahkan seorang teman di jasa asuransi      untuk mendapatkan satu pelanggan saja sampai memerlukan 14 (empat belas)      bulan… bayangkan…!</li>
<li>Karena ketika kita mendapatkan pelanggan baru, maka      kita harus mengujinya dari sisi pembayaran dan komitmen.</li>
<li>Karena untuk mendapatkan  pelanggan baru membutuhkan biaya yang      besar, lihat saja di televisi. Iklan-iklan yang anda tonton adalah wujud      nyata aktivitas promosi yang bertugas untuk mempengaruhi pikiran dan      tindakan anda. Dari sebuah survey yang saya dapat, seorang calon pelanggan      baru akan terpikir untuk membeli sebuah produk yang dilihat melalui iklan      televisi setelah si calon pelanggan tersebut menonton iklan minimal 13      kali, padahal tahukah anda berapa biaya satu spot penayangan iklan di televisi      yang berdurasi maksimal 30 detik, angkanya mencapai belasan juta rupiah,      bahkan puluhan juta rupiah untuk acara <strong><em>prime time.</em></strong></li>
</ol>
<p><strong><em><span id="more-35"></span><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Intinya </span>mencari pelanggan baru itu relatif mahal, membutuhkan waktu yang lama dan relatif tidak mudah, maka yang saya lakukan bersama team adalah mencoba untuk mempertahankan pelanggan yang kami miliki dengan langkah-langkah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li><strong><em>Kenalilah harapan dari Pelanggan</em></strong>
<ol>
<li>Produk berkualitas</li>
<li>Harga terjangkau</li>
<li>Barang/jasa       tersedia di mana-mana atau terdistribusi dengan baik</li>
<li>Tidak       khawatir membeli produk kita, maka berikanlah jaminan atau garansi       misalnya “bila barang yang dibeli rusak, kami ganti baru atau uang       kembali 100%”</li>
</ol>
</li>
<li><strong><em>Ketahuilah alasan pelanggan membeli</em></strong></li>
</ol>
<p>Pelanggan membeli berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang real dan benar, seperti membeli sepeda motor untuk menghemat ongkos, agar tidak kepanasan dalam angkot, agar tidak repot antri naik bus way, agar hemat BBM natau contoh lain makan gado-gado agar laparnya hilang, maka pelanggan makan gado-gado dari abang-abang yang jualan di dekat kantornya.</p>
<p>b. Irasional</p>
<p>Pelanggan yang membeli produk bukan alasan rasional, namun membeli produk lebih karena gengisi agar dilihat lebih WAH oleh teman-temannya, maka ketika dia membeli sepeda motor iapun membeli yang MOGE alias Motor Gede, terus ikut berkomunitas untuk menunjukkan jati dirinya yang elegan dan Wah… bila makan gado-gadopun yang tidak sekedar menghilangkan rasa lapar, namun juga yang wah… yang harga satu piringnya bisa 4 (empat) kali lipat dari contoh di atas.<strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> 3.  Menangani keluhan pelanggan dengan      cepat</em></strong></p>
<p>Dalam setiap kesempatan training-training yang diadakan oleh komunitas kami Indonesian Entrepreneur Society sering saya mendapat pertanyaan yang serupa misalnya, apa yang bapak lakukan bila pelanggan bapak komplain terhadap layanan team bapak? Jawaban saya ada 2 (dua)</p>
<p><strong><em>1.  Bersyukurlah</em></strong> karena ada       pelanggan anda yang komplain, <strong>mengapa?</strong> Karena pelanggan yang komplain terhadap jasa anda berarti dia peduli       terhadap produk/jasa anda, itu juga sama artinya si pelanggan tersebut       akan membeli ulang dengan jumlah yang lebih besar asal…. (silahkan       dilanjutkan sendiri). Mengapa juga saya begitu yakin akan hal ini, karena       coba anda bayangkan, bila pelanggan tersebut tidak ingin beli lagi kenapa       dia harus repot-repot komplain (bukankah komplain juga memerlukan       energi?), khan dia bisa aja langsung pindah ke produk lain… <strong><em>benar       khan?</em></strong><strong> </strong></p>
<p><strong>2. Tangani komplain dengan cepat</strong>, caranya :</p>
<ul>
<li>dengarkan dengan seksama pelanggan yang sedang komplain</li>
<li>jangan diinterupsi</li>
<li>ucapkan terimakasih dan meminta maaflah (walaupun belum tentu perusahaan anda yang salah)</li>
<li>mulailah menjawab dan menjelaskan dengan nada yang datar namun serius, dan katakan anda akan memperbaikinya</li>
<li>terakhir… berikan souvenir sebelum pelanggan meninggalkan perusahaan anda dan jangan lupa meminta no telepon</li>
<li>paling lambat satu minggu dari pelanggan komplain, teleponlah pelanggan tersebut dan undanglah untuk singgah lagi ke perusahan anda.</li>
</ul>
<p>Berdasarkan pengalaman saya complain yang dapat ditangani dengan cepat akan berdampak sangat positif, misalnya :</p>
<ol>
<li>Pelanggan      makin loyal terhadap produk/jasa kita</li>
<li>Pelanggan akan menceritakan pengalamannya kepada      rekan-rekannya, serta akan memuji cara kita menangani complain.</li>
</ol>
<p>Begitu pula yang akan terjadiu sebaliknya bila complain tidak segera diatasi dengan baik, pelanggan tersebut akan menjadi duta negatif dari perusahaan kita, akan selalu menceritakan keburukan pelayanan produk kita kepada calon pelanggan lain, maka dari itu bila anda dapat mempertahankan pelanggan anda, maka dengan sendirinya anda dapat mempertahankan profit anda bahkan akan meningkatkan profit anda. <strong><br />
Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat.</strong></p>
<p>Salam Sukses,<br />
Adi Kriswanto</p>
<div style="height:66px;" class="really_simple_share robots-nocontent snap_nopreview"><div class="really_simple_share_facebook_like" style="width:100px;">
				<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fkomunitaswirausaha.net%2F2009%2F10%2Fbagaimana-mempertahankan-pelanggan%2F&amp;layout=box_count&amp;show_faces=false&amp;width=&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;send=false&amp;height=60" 
						scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:px; height:60px;" allowTransparency="true"></iframe>
				</div>
					<div style="float:left; width:50px; padding-left:10px;" class="really_simple_share_facebook_like_send">
					<fb:send href="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/" font=""></fb:send>
					</div><div class="really_simple_share_google1" style="width:90px;">
					<g:plusone size="tall" href="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/" count="false"></g:plusone>
				</div><div class="really_simple_share_linkedin" style="width:100px;">
					<script type="IN/Share"  data-url="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/"></script>
				</div><div class="really_simple_share_buzz" style="width:100px;">
					<a title="Post to Google Buzz" class="google-buzz-button" href="http://www.google.com/buzz/post" data-button-style="normal-count" 
						data-url="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/"></a>
				</div><div class="really_simple_share_digg" style="width:100px;">
					<script type="text/javascript" src="http://widgets.digg.com/buttons.js"></script>
					<a class="DiggThisButton DiggMedium" href="http://digg.com/submit?url=http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/&amp;title=Bagaimana Mempertahankan Pelanggan?"></a>	
				</div><div class="really_simple_share_stumbleupon" style="width:100px;">
					<script type="text/javascript" src="http://www.stumbleupon.com/hostedbadge.php?s=5&amp;r=http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/"></script>
				</div><div class="really_simple_share_email" style="width:100px;">
					<a href="mailto:?subject=Bagaimana Mempertahankan Pelanggan?&amp;body=Bagaimana Mempertahankan Pelanggan? - http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/"><img src="http://komunitaswirausaha.net/wp-content/plugins/really-simple-facebook-twitter-share-buttons/email.png" alt="Email" title="Email" /> </a> 
				</div><div class="really_simple_share_facebook" style="width:100px;">
					<a name="fb_share" type="box_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php" share_url="komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/">Share</a> 
				</div><div class="really_simple_share_twitter" style="width:110px;">
					<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" 
						data-text="Bagaimana Mempertahankan Pelanggan?" data-url="http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/" 
						data-via="" ></a> 
				</div></div>
		<div style="clear:both;"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitaswirausaha.net/2009/10/bagaimana-mempertahankan-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

