Oct
1
Mesin Cetak Uang
Success Entrepreneur
Bambang Suharno
Alkisah puluhan tahun lalu, kegiatan olimpiade adalah proyek bergengsi bagi tuan rumah. Sebagai kegiatan yang mengandung unsur nasionalisme, kegiatan tersebut harus didukung oleh anggaran negara, karena penjualan tiket pertandingan tidaklah mencukupi untuk biaya operasional panitia. Agar supaya banyak pendapatan dari penjualan tiket pertandingan, panitia tidak memperbolehkan stasiun televisi mengadakan siaran langsung pertandingan olimpiade. Alasannya, kalau pertandingan bisa disiarkan langsung oleh televisi, maka pendapatan panitia dari penjualan tiket akan menurun. Lagi pula kalau sampai pertandingan olimpiade jarang penontonnya, tentu dipandang tidak sukses. Pola pikir seperti ini berlangsung bertahun-tahun.
Barulah beberapa tahun kemudian, pola konvensional ini dirubah di Amerika Serikat. Saat itu panitia justru memperbolehkan sebanyak-banyaknya stasiun televisi mengadakan siaran langsung pertandingan di olimpiade. Dengan demikian jumlah penonton pertandingan bukan hanya di lapangan melainkan ditambah jutaan pemirsa televisi. Dengan cara ini panitia bisa meyakinkan perusahaan-perusahaan besar bahwa kalau mereka menjadi sponsor olimpiade, ada jutaan pasang mata yang melihat produknya, baik langsung maupun melalui televisi. Sejak saat itulah olimpiade dapat mengeruk keuntungan yang besar. Dan ternyata, dengan adanya siaran langsung pertandingan, penonton yang membeli tiket pertandingan tidaklah berkurang sebagaimana dugaan sebelumnya.
Kita lihat saat ini, momen pertandingan olah raga tingkat dunia bahkan menjadi rebutan stasiun televisi untuk menyelenggarakan siaran langsung, karena bagi stasiun televisi, momen tersebut dapat meningkatkan pendapatan stasiun tersebut. Sebuah stasiun televisi harus rela membayar miliaran rupiah agar mendapatkan hak eksklusif menyiarkan langsung pertandingan piala dunia sepak bola. Hal ini tentu tak terbayangkan puluhan tahun silam, dimana para penyelenggara pertandingan mengira bahwa siaran langsung televisi akan mengurangi penjualan tiket.
Cerita di atas adalah gambaran tentang perubahan “money making model” yang mampu meningkatkan pendapatan sebuah kegiatan. Dalam melakukan kegiatan bisnis, kita perlu melakukan inovasi bagaimana model “mesin cetak uang” kita. Kita tidak harus memperoleh pendapatan terbesar dari sebuah produk yang paling dikenal pelanggan kita. Coba saja anda cek, apakah seorang pemilik warung ayam bakar memperoleh keuntungan terbesar dari ayam bakar tersebut? Belum tentu. Bisa saja keuntungan terbesar diperoleh dari penjualan nasi atau aneka minuman yang memang marginnya lebih besar dari penjualan ayam bakar .
Dalam bisnis modern, uang tidaklah harus datang dari apa yang dipromosikan. Dalam bisnis media, sangat umum bahwa pendapatan terbesar dari media cetak adalah iklan, bukan dari para pelanggan media cetak tersebut.
Bila anda melihat sebuah supermarket mempromosikan telur ayam dengan harga lebih rendah dibanding harga di grosir, itu hanya suatu cara saja agar banyak orang yang hadir di supermarket tersebut. Yang pasti di sekitar rak telur terpampang produk-produk yang membuat anda mudah tergoda untuk membelinya. Tak usah heran bila seorang ibu berniat membeli beras dan telur di sebuah supermarket, pulangnya yang ia peroleh banyak barang lainnya seperti ember, gelas, peralatan rumah tangga dan lain-lain yang menghasilkan profit lebih besar bagi supermarket tersebut.
Anda pusing dengan persaingan harga antar pelaku bisnis? Bolehlah anda siasati dengan merubah model “mesin cetak uang”. Seorang pendengar radio Elgangga , pemilik warung sembako pernah berhasil mempraktekkan kiat ini untuk bersaing dengan minimarket.
Ketika musim sayuran, ia mempromosikan sayuran tertentu dengan harga sangat murah, bahkan ia berikan gratis sebagai bonus bagi pelanggan yang membeli barang di warung tersebut dengan nilai monimal minimal 50 ribu rupiah. Warung tersebut tidak sepi lagi, gara-gara ia mengemas pola promosi baru yang cukup modern. Ia juga bekerjasama dengan lembaga kursus agar lembaga kursus tersebut memberikan voucher diskon untuk pelanggan warung sembakonya. Ia tidak mampu bersaing dengan harga minimarket tapi ia dapat memberikan nilai lebih kepada pelanggan sehingga pelanggan merasa harga di warungnya lebih murah dibanding di minimarket.
Bila persaingan semakin ketat, sebagaimana yang dikeluhkan sebagian pelaku bisnis saat ini, saran saya mulailah memikirkan untuk merubah model mesin cetak uang. Sebelum tahun 2000an penyelenggara seminar dan training belum bersaing seketat sekarang ini. Mereka cukup mengundang pembicara terkenal, dan pasang iklan di media cetak terkemuka. Dengan cara sederhana ini seminar bisa dipenuhi pengunjung. Sekarang ini tidak cukup dengan hanya melakukan itu. Iklan seminar ada dimana-mana dengan harga yang sangat murah hingga harganya selangit. Akibatnya muncul berbagai inovasi. Beberapa lembaga penyelenggara seminar mulai merubah pola promosinya dengan membuat seminar gratis yang dimaksudkan sebagai preview dari seminar yang sebenarnya. Atau seminar gratis untuk menjual jasa atau barang pendukungnya. Cara ini sekarang mulai banyak dilakukan penyelenggara seminar. Jika persaingan cara ini kelak intensitas persaingannya menjadi makin ketat, maka pasti akan ada kreativitas baru untuk membuat “mesin cetak uang” dari bisnis seminar tersebut.
Anda ahli membuat es cendol ? Bila ingin membuat es cendol yang sangat menguntungkan, anda bisa mempromosikan makanan lain yang seirama dengan es cendol. Misalkan anda berjualan bakso, mie ayam, restoran. Makanan yang anda jual bisa dipromosikan dengan harga murah alis untung tipis atau bahkan impas saja, tapi jangan jual murah es cendol spesial buatan anda yang akan membuat pengunjung ketagihan untuk berulangkali kembali ke warung anda.
Bisnis melalui internet sebagai sebuah teknologi baru, pada awalnya dikira akan menggantikan fungsi media cetak dan merubah pola belanja masyarakat. Dengan asumsi bahwa masyarakat lebih suka menghindari kemacetan, panyak perusahaan melakukan investasi untuk merubah pola penjualan konvensional menjadi penjualan melalui internet. Ternyata tidak semulus dugaan banyak orang. Alhasil banyak perusahaan dotcom berguguran. Kini, sudah mulai ditemukan berbagai model mesin cetak uang melalui internet, seperti bentuk viral marketing dan berbagai bentuk lainnya yang akan terus berkembang.
Bagimana dengan mesin cetak uang bisnis anda?
Mesin Cetak Uang
Saran dan pertanyaan hubungi 021.70228877 atau email ke bambangsuharno@telkom.net