In House Training Wirausaha PLN : Evaluasi Bisnis Dengan Profit Meter

CIMG7273Bertempat di Pusdiklat PLN, Duren Tiga Jakarta Selatan, Sabtu 20 Desembe 2014, Indonesian Entrepreneur Society (IES) kembali dipercaya mengisi Inhouse Training Wirausaha untuk Koperasi Karyawan PLN. Inhouse training untuk Koperasi PLN ini merupakan yang kedua, dimana sebelumnya pada Desember 2013 juga berlangsung acara serupa dengan topik yang berbeda.

Kali ini workshop mengambil tema Evaluasi Bisnis dengan software Profit Meter. Narasumber Bambang Suharno dan Riza Ananto. Sebanyak 50an peserta hadir meliputi pengurus dan anggota koperasi, baik senior maupun yunior.

CIMG7280Bambang Suharno menyampaikan topik tentang lima langkah melipatgandakan profit, sedangkan Riza Ananto menyampaikan materi tentang teknis penggunaan Profit Meter untuk merencanakan dan mengevaluasi bisnis. Dalam workshop ini panitia menyediakan satu laptop untuk tiap dua peserta sehingga peserta dapat langsung mempraktekkan ilmu profit mater.

CIMG7276Semua peserta bersama-sama melakukan simulasi bisnis yang sudah dijalankan peserta, antara lain usaha batu akik, usaha toko baju dan sebagainya. Selanjutnya pada sesi siang hari, peserta dibagi menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok diminta mengaplikasikan profit meter untuk satu jenis bisnis dan menyusun strategi untuk meningkatkan profit. Setelah itu ketua kelompok mempresentasikan profit meter di depan semua peserta. Dengan presentasi ini peserta lain dapat memberikan masukan mengenai aspek parameter, sehingga diperoleh perhitungan yang lebih akurat. Dengan demikian peserta lebih memahami kalkulasi bisnis dengan baik dan bisa diaplikasikan.

CIMG7310Presentasi dari 5 kelompok meliputi usaha rental mobil angkut barang pabrik, usaha batu akik, usaha pembuatan tas sekolah. usaha bebek potong dan usaha mie ayam. Sebanyak 3 Profit Meter terbaik mendapat hadiah kenang-kenangan dari IES berupa buku karya Bambang Suharno dan korek api IES, sebagai simbol semangat sukses yang menyala. Acara ditutup jam 16 dengan foto bersama para peserta.

Para peserta mengaku puas dan baru kali ini mereka mengikuti training dimana peserta bisa melakukan kalkulasi bisnis dengan software yang praktis. Profit Meter adalah software bisnis milik IES yang kini tengah dipopulerkan di kalangan usaha kecil menengah.***

Posted in NEWS, TRAINING | Tagged , , | Leave a comment

Workshop Wirausaha Profit Meter dan Raport Bisnis

workshop profit meterSesuai rencana, IES menyelenggarakan Workshop Profit Meter dan Raport Bisnis, Sabtu 13 Desember 2014 di Cafe Eat and Bites, Plaza Setiabudi One , Jl Rasuna Said Kuningan Jakarta. Ini adalah workshop profit meter angkatan ke 7 , namun kali ini dilengkapi dengan materi baru yaitu Raport Bisnis.

Raport bisnis adalah software baru buatan mentor IES Riza Ananto yang dimaksudkan untuk membantu pelaku bisnis dalam mengevaluasi bisnis yang sudah berjalan setahun. Sedangkan profit meter adalah software yang dilaunching tahun 2013 yang sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi profit dari bisnis yang akan dan sedang berjalan. Dengan dua software ini pelaku bisnis bisa mengevaluasi bisnis dan sekaligus menyusun bisnis plan untuk tahun depan.

Workshop ini dimulai dengan materi Lima Rahasia Meningkatkan Profit oleh Bambang Suharno. Lima Rahasia itu diuraikan menjadi 35 langkah taktis melipatgandakan profit. Langkah-langkah yang diuraikan merupakan mater Brad Sugar yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia dan telah banyak diaplikasikan oleh pelaku bisnis sukses.

selanjutnya Riza Ananto menjelaskan apa dan bagaimana profit meter. Peserta langsung menginstal software dan melakukan praktek simulasi bisnis yang sedang atau akan dilakukan peserta. Dari simulasi ini peserta makin memahami pentingnya melakukan perhitungan praktis melalui software.

Amir Hamzah, salah satu mentor IES, yang hadir pertama kali dalam workshop ini menyadari pentingnya catatan keuangan setelah mengikuti workshop ini. Ia mengaku perlu memperbaiki catatan keuangan yang lebih baik karena bisnisnya semakin besar. Hal senada diakui oleh Mulyadi (usaha percetakan), Partogi (usaha pasar modern dan apotek) yang saat ini tengah mengembangkan usaha.

Workshop Profit Meter dan Raport Bisnis akan diagendakan kembali bulan Januari 2015. IES juga dipercaya mengisi inhouse training perencanaan dan evaluasi bisnis dengan Profit Meter dan Raport Bisnis pada 20 Desember 2014 di Koperasi PLN Duren Tiga Jakarta Selatan.

Posted in NEWS | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

WORKSHOP PROFIT METER DAN RAPORT BISNIS, Sabtu, 13 Des 2014

foto bersama peserta training wirausaha koperasi PLNBagaimana cara mengetahui seberapa besar potensi profit sebuah bisnis yang akan atau sedang kita jalankan dalam waktu 5 menit? Bagaimana pula membuat RAPORT BISNIS dengan cepat agar kita tahu bisnis kita sudah “naik kelas” atau belum ?

Betapa banyak pelaku bisnis belum memahami seberapa besar potensi profit yang mereka dapat. Betapa banyak yang terjebak pada perhitungan asumsi yang keliru, hingga bisnis mereka “layu sebelum berkembang”.

Tak sedikit pula ulasan media mengenai potensi bisnis yang salah hitung. Tampaknya bisnis tersebut untungnya berlipat-lipat, padahal faktanya tidak demikian. Sebuah kasus tentang meledaknya sebuah bisnis bukanlah sesuatu yang bisa digeneralisir. Itu adalah peristiwa winfall profit, semacam mendapat durian runtuh, yang belum tentu bisa diulang secara konsisten.

Sebaliknya ada juga pelaku bisnis yang menganggap bisnisnya biasa saja, tapi setelah dihitung dengan benar, baru disadari bisnis ini bisa berkembang lebih baik lagi. Seorang pemilik klinik di Karawang dalam workshop Profit Meter beberapa bulan lalu baru menyadari bahwa bisnisnya bisa ditingkatkan lebih besar jika dilakukan langkah-langkah pelayanan lebih banyak ke pasien.

Kita juga perlu cara untuk membuat laporan bisnis yang praktis yang dapat dijadikan RAPORT BISNIS kita. Karena, seperti kita sekolah, bisnis juga harus naik kelas setiap tahun. Kalau kita bebisnis sepuluh tahun merasa nyaman tapi kurang berkembang, itu kemungkinan bisnis anda belum naik kelas.

Bagaimana caranya mengetahui raport bisnis?

Kabar baik buat anda, bahwa Indonesian entrepreneur society (IES) kini telah membuat software yang akan sangat membantu pebisnis dalam menyusun bisnis plan dan menyusun laporan keuangan yang praktis.

Ada dua software yag sangat berguna untuk anda.

Pertama PROFIT METER, yaitu software untuk memudahkan anda dalam menghitung potensi profit dari bisnis anda. Sofware ini sangat bermanfaat unatuk menyusun bisnis plan. Software ini mungkin sudah anda download namun belum tahu bagaimana menggunakannya secara praktis. Sebagian dari Anda, mungkin sudah menggunakannya.

Kedua, RAPORT BISNIS. Ketika bisnis sudah berjalan, anda pasti membutuhkan sistem laporan bisnis yang praktis. Dengan software RAPORT BISNIS, anda tinggal menginput pendapatan dan pengeluaran, dan software akan menghitung dalam beberapa menit berapa laba kotor dan laba bersih dan perbandingan antara realisasi dengan target yang ditentukan dalam bisnis plan.

Apakah software ini pemakaiannya rumit? Software dibuat untuk memudahkan bisnis anda, jadi dijamin tidak rumit. Para anggota IES sudah menggunakannya dan menyatakan sangat membantu bisnis mereka (lihat testimoni).

Software PROFIT METER harganya Rp 750 rb, software RAPORT BISNIS harganya Rp. 1.000.000.

Mahal ? Itu relatif. Kalau anda tanya kepada para pembuat software, harga tersebut pasti murah. Bandingkan dengan manfaat yang anda peroleh, yaitu:

1. Anda sangat hemat waktu dalam menyusun rencana bisnis , yang artinya anda akan menghemat biaya

2. Anda akan lebih tajam dan akurat dalam menyusun rencana bisnis, artinya anda menghemat biaya mungkin jutaan rupiah dibanding yang selama ini lebih banyak trial error.

3. Software profit meter bisa dipakai untuk beberapa jenis bisnis. Ini berbeda dengan software bisnis yang lain yang sering diprotect agar hanya bisa dipakai untuk satu bisnis.

4. Bisnis anda akan berpeluang lebih cepat berkembang dengan software ini. Nilai manfaat ini bisa puluhan juta atau bahkan ratusan juta rupiah.

Nah, untuk mendalami lebih jauh tentang bagaimana menggunakan Profit Meter dan Raport Bisnis, IES akan mengadakan workshop Profit Meter dan Raport Bisnis pada

Hari, tanggal : Sabtu 13 Desember 2014
Pukul : 09.00-15.00 wib
Tempat : café Eat and Bit, Setiabudi one lantai 1, Jl. HR.Rasuna Said, Jaksel
Trainer : Riza Ananto dan Bambang Suharno
Investasi : Normal Rp 1 juta. Khusus bulan Desember 2014 ini, hanya Rp. 300 ribu/orang, sudah termasuk makan siang, software lengkap dan materi workshop.
Keterangan : Peserta perlu bawa laptop untuk install software dan langsung praktek simulasi bisnis.

Pendaftaran : sms, format: nama#kota#email kirim ke 021.70228877 atau 0813 1069 6307

TESTIMONI

Riyadin (Pengusaha susu kedelai)

“Usaha saya berupa susu kedelai dimulai dengan modal nol. Alhamdulilah sekarang karyawan saya 100 orang lebih. IES sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha, khususnya melalui training dan penggunaan software profit meter dan software lainnya. Terima kasih IES

Posted in AGENDA | Tagged , , , | Leave a comment

Bob Sadino Yang Saya Kenal

Akhir tahun 1980an saya masih mahasiswa di Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto, saya selaku ketua Senat Mahasiswa, menghadiri seminar nasional agribisnis dan agroindustri. Salah satu pembicara paling menarik adalah Bob Sadino. Waktu itu nama Bob baru mulai populer, sebagai pengusaha nyentrik yang kemanapun pergi pakai celana pendek.

Tentu saja, peserta seminar dari berbagai perguruan tinggi terkejut dan sekaligus tertarik dengan pengusaha yang hadir di forum resmi dengan celana pendek. Topik bahasan pada sesi itu adalah deregulasi dan debirokratisasi pertanian. Ketika ditanya dampak deregulasi pada bisnisnya, Bob dengan gaya bicaranya yang tajam dan tanpa basa basi berkata,” saya tidak tahu binatang apa itu deregulasi. Bagi saya yang penting adalah bagaimana bisnis ini harus berkembang”.

Sejak itulah saya menjadi tertarik dengan sosok Bob yang cara berpikirnya unik, di luar kebiasaan. Belakangan di berbagai forum ia sering mengkritik sistem pendidikan Indonesia yang banyak memasukkan sampah ke otak mahasiswa. Sebenarnya saya pun merasakan betapa banyak pola pendidikan yang tidak efektif. Bayangkan, orang Indonesia harus belajar Bahasa Inggris dari SMP sampai perguruan tinggi, tapi nyatanya hanya sedikit yang benar-benar bisa Bahasa Inggris tanpa melalui kursus. Jadi seberapa efektifkah belajar Bahasa Inggris di pendidikan formal?

Ketika saya lulus kuliah dan pergi ke Jakarta, saya bertemu dengan sahabat dekat Bob yang bernama H Abdul Karim Mahanan, seorang pengusaha obat hewan dan pendiri Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI). Karena kedekatan ini, saya menjadi punya kesempatan beberapa kali ketemu Bob. Ketika saya bermaksud belajar sama Bob, ia berkata, “Pak Karim itu sama dengan saya. Belajar sama dia sama saja dengan belajar sama saya”.
Continue reading

Posted in ARTIKEL PILIHAN | Tagged , , | 6 Comments